OPERASI LANGKA MENYELAMATKAN FERTILITAS WANITA

January 6th, 2011

OPERASI LANGKA UNTUK MENYELAMATKAN FERTILITAS WANITA

PhotoBy : Strait Times

Disadur dari artikel di Strait Times, Kamis, tanggal 6 Mei 2010

Metode operasi pengangkatan kanker pada serviks pertama di Singapura yang dapat menyelamatkan fertilitas wanita.

Sebuah prosedur operasi langka pengangkatan kanker pada serviks yang dapat menyelamatkan fertilitas pada wanita telah dilakukan di Thomson Medical Centre.

Lisa Guit, seorang wanita berumur 31 tahun dari Skotlandia adalah pasien pertama di Singapura yang telah menjalani operasi trachelectomi abdominal dengan sukses, yang mana dalam operasi ini dilakukan pengangkatan daerah serviks diangkat melalui pembedahan pusar sementara bagian uterus (kandungan) tetap terjaga dengan baik.

Serviks adalah bagian dari uterus. Pengangkatan serviks biasanya berarti  mengangkat seluruh uterus. Hal ini menyebabkan seorang wanita tidak dapat lagi mengandung.

Operasi trachelectomi dapat dilakukan melalui perut atau vagina. Namun untuk kasus Lisa, operasi melalui vagina tidak dapat dilakukan karena ia telah menjalani perawatan kanker 2 tahun yang lalu.

Pada konferensi pers kemarin, Dr. Tay Eng Hseon, seorang dokter gineakologi senior di Thomson Medical Centre mengatakan: “Untuk pasien yang telah menjalani radio terapi, kami cenderung tidak merekomendasikan jenis operasi ini karena akan meningkatkan kompleksitas penyakit yang di derita pasien. Setelah radio terapi, jaringan-jaringan sel menjadi lebih keras pada saat dilakukan pemotongan dan resiko terjadinya komplikasi akan meningkat.”

Namun Dr. Tay tetap melakukan operasi pada Lisa Guit atas desakan dari Lisa sendiri yang telah melakukan penyelidikan sendiri melalui hasil penelitiannya. Lisa Guit yang telah bekerja di Singapura sejak tahun 2007, mengatakan: “Selain kehilangan nyawa saya, hal yang paling menyedihkan bagi saya adalah saya tidak dapat mempunyai anak . Bagi saya, keluarga adalah hal yang paling penting.”

Bagi Lisa yang baru-baru ini bertunangan, dua tahun terakhir merupakan masa pergumulan yang penuh jatuh bangun.

Pertama, dia di diagnosa menderita kanker serviks pada tahun 2008. Perkiraan kemungkinan hidup hanya 40% pada saat itu. Kemungkinan dia juga tidak akan mengalami menstruasi lagi setelah mengalami 2 bulan radio terapi.

Dr. Tay Eng Hseon & Lisa Guit

Dr. Tay mengatakan: “ Kurang dari 5% pasien dapat mengalami menstruasi setelah menjalani radio terapi.” Namun ketika pasien mulai menstruasi, itu adalah merupakan “keajaiban” dan berarti adanya kemungkinan bagi pasien untuk mengandung.

Tapi pada bulan Februari 2010, Lisa harus kembali menerima berita buruk. Hasil pemeriksaan memperlihatkan bahwa sel-sel pre-kanker sudah mulai tumbuh kembali di serviks nya.

Lisa bertanya kepada Dr. Tay apakah dia masih bisa mempertahankan uterus nya sehingga dia dapat tetap fertil dan tidak perlu mengangkat seluruh kandungannya pada saat Dr. Tay mengambil kanker di serviks.

Dr. Tay melakukan operasi itu bulan lalu. Melalui prosedur operasi yang rumit, ia dapat mengambil serviks nya  kemudian menyambungkan kembali sisa uterus ke vagina.

Lisa sekarang telah pulih dan akan segera memulai evaluasi fertilitasnya. Dalam beberapa bulan, ia dapat mulai mencoba program IVF (In-Vitro Fertilization) untuk dapat mengandung.

Lisa mengatakan: “ Saya masih mengalami ketakutan terus menerus akan kembali menderita kanker serviks, tapi untuk saat ini saya sangat bersyukur karena saya masih mempunyai kemungkinan untuk mempunyai anak.”

Professor Arunachalam Ilancheran, seorang senior konsultan dari divisi gineakologi di National University Cancer Institute di Singapura, mengatakan di seluruh dunia, kurang dari 1000 pasien telah menjalani operasi ini.

Catatan: Penjelasan mengenai operasi dapat dilihat pada gambar.

Tags: , , , , ,

Comments are closed.